29 Januari 2008

Pegawai dan Pengusaha

SEBUAH artikel di harian Kompas, 32 tahun lalu, sangat menarik untuk disimak kembali. Artikel yang terbit pada 20 Oktober 1975 itu berjudul ”Pegawai Lebih Aman dari Pengusaha,” dan ditulis oleh R.J. Kaptin Adisumarta. Di sana, Adisumarta mengutip satu peribahasa Jerman: ”Arbeit adelt”. Artinya, bekerja itu menaikkan martabat kita.
Kalimat itu belum selesai. Adisumarta menambahkan, ”…hampir semua pegawai tidak puas oleh jumlah gajinya, oleh karenanya hampir semua pegawai sibuk menjadi pengusaha kecil-kecilan atau bekerja sampingan untuk menambah sarana hidupnya.”
Apa yang ditulis Adisumarta 30 tahun silam rasanya masih aktual hingga saat ini. Boleh jadi, kaum pegawai sekarang cenderung masih merasa lebih aman ketimbang kaum pengusaha. Sebab, kondisi ekonomi makro mutakhir memang bagaikan jet-coaster: penuh goncangan dan membuat jantung para pengusaha mudah dag-dig-dug.

Tapi, benarkah menjadi pegawai saat ini terbilang lebih aman dibandingkan menjadi pengusaha? Belum tentu juga. Sekarang ini, menjadi seorang pegawai belum tentu aman, tenteram, serta termanusiakan. Gaji yang diterima terkikis oleh inflasi. Kualitas kehidupan terkena imbas persaingan sesama yang kian mengglobal.
Seorang pegawai boleh saja mencoba memanusiakan dirinya di lingkungan tempat ia bekerja. Ia datang tepat waktu, bekerja penuh loyalitas, dan pulang ke rumah dengan harapan bisa melihat keceriaan keluarganya. Masalahnya, disiplin dalam bekerja kadang tak berarti apa-apa. Loyalitas pun kini diukur secara sempit. Keceriaan keluarga acap bukan ditentukan oleh kesuksesan dalam berkarir, melainkan lebih dilatari oleh kemampuan daya beli.
Dulu, kaum pegawai sering menganggap simpanan di Jamsostek sebagai simpanan yang tidak terlalu dipedulikan. Sekarang, keadaannya berbeda. Para pegawai itu mungkin merasa uang yang mereka simpan di Jamsostek kurang aman. Makanya mereka kini sering meminta kejelasan seputar iuran itu—baik langsung maupun tak langsung.
Anehnya, kaum pengusaha sekarang juga terlihat sama tidak amannya. Sedikit-sedikit, jika bila ada ketidakpuasan, mereka lantas meributkan kebijakan pemerintah—dari sudut pandang mereka sendiri, tentunya. Ada pula yang bersuara melalui perangkat asosiasi. Fenomena ini tak pernah dijumpai 30 tahun lalu. Lantas, ada pula pengusaha yang ikut berkiprah dalam dunia politik. Sangat berwarna-warni.
Dalam situasi yang kurang menguntungkan ini, ketika pegawai dan pengusaha sama-sama merasa riskan, tulisan Adisumarta tadi kembali mengingatkan kita: ”...hampir semua pegawai sibuk menjadi pengusaha kecil-kecilan....”
Dalam konteks saat ini, pegawai memang sebaiknya menjadi pengusaha kecil-kecilan. Bukan dengan mendirikan perusahaan dalam perusahaan, tentunya. Melainkan, dengan menggairahkan jiwa entrepreneurship-nya untuk merangsang tumbuhnya sifat inovatif yang dulu mungkin hanya dimiliki si pemilik perusahaan. Apalagi, kemampuan serta kompetensi pegawai sekarang—dibandingkan dengan 30 tahun silam—tentu sudah jauh berbeda.
Dengan sifat inovatif itulah seorang pegawai seharusnya berkarya dalam sebuah badan usaha. Lebih penting lagi bagi pegawai yang merupakan pemimpin perusahaan.
Sikap inovatif itu jelas tak muncul begitu saja. Ini perlu didahului oleh kerelaan sang pegawai yang menjadi pemimpin perusahaan untuk bersikap transparan. Ia harus menjelaskan dengan ikhlas bahwa inovasinya bukan siasat busuk. Selain itu, aspek fairness juga perlu diterapkan.
Pegawai yang menjadi pemimpin perusahaan juga perlu kreatif. Jerome Bruner, dalam Toward a Theory of Instruction, mendefinisikan kreativitas sebagai ”kejutan yang efektif”. Menyulap kerugian menjadi keuntungan, misalnya. Atau membuat proses kerja yang panjang menjadi lebih efektif.
Pegawai yang menjadi pemimpin perusahaan memang dituntut untuk terus berkarya dan berinovasi. Dengan begitu, mereka juga bisa menjadi teladan bagi pegawai lain yang menjadi bawahannya. Setiap pegawai seharusnya menjadi seorang inovator. Setiap pegawai yang menjadi pemimpin perusahaan—serta para pengusaha—harus pula ingat bahwa keuntungan yang mereka terima tak lain karena karya para pegawai bawahannya. Dengan demikian, pengusaha dan pegawai bisa sama-sama merasa aman dan sama-sama memberi rasa aman.
Lalu, bagaimana peran pemerintah? Jika meniru negara maju, yang konon perekonomiannya tumbuh karena ditopang oleh pengusaha kecil dan menengah, maka pemerintah perlu memberi dukungan regulasi dan infrastruktur yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi tersebut. Tak terlalu rumit sebenarnya.…

Ditulis oleh:
IRWAN MAKDOERAH, Deputi Direktur Pengembangan PT RNI
www.majalahtrust.com

23 Januari 2008

Inventaris Ketrampilan dan Keahlian Demi Masa Depan

Inventaris Ketrampilan dan Keahlian Demi Masa Depan

“Apa pekerjaan Anda?” demikian pertanyaan kenalan yang baru pertama kali saya jumpai di satu kesempatan. Biasanya, jawaban saya cukup “membingungkan”, bahkan ada satu sahabat baik saya yang sampai saat ini masih “sulit membayangkan apa sih tepatnya pekerjaan saya sehari-hari yang kelihatannya hampir tidak bekerja ini.”

Di depan laptop HP saya, biasanya saya hanya kelihatan sedang membalas e-mail atau mengetik saja. Di ruang keluarga, kelihatan saya hanya membaca buku-buku ringan dan kadang-kadang cukup lucu. Di dapur, kelihatannya saya hanya memasak saja. Di muka televisi, kelihatannya saya manggut-manggut saja ketika Oprah maupun Anderson Cooper membawakan pandangan mereka. Di akhir pekan, kelihatannya saya hanya menginap di salah satu hotel berbintang untuk “duduk mendengarkan orang lain berbicara.” Di lain kesempatan, saya hanya kelihatan seperti ngobrol dengan rekan-rekan yang mendengarkan dengan seksama. Lantas, apa sih pekerjaan saya?

Apakah kegiatan di atas adalah kegiatan ketika saya bekerja atau menikmati hidup? Jawaban saya: dua-duanya benar. Pada saat saya melakukan kegiatan di atas, biasanya kerangka berpikir saya saling berhubungan satu sama lain, membentuk suatu skema maupun hubungan-hubungan subconscious yang suatu saat bisa kapan saja diraih untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan tertentu.

Bagi saya, setiap detik adalah saat saya bekerja dan bermain. Ketika bermain, saya dengan sadar memasukkan informasi-informasi baru dan menghubung-hubungkannya dengan existing knowledge. Ini juga yang mencetuskan keputusan saya untuk memulai bidang baru di bidang screenwriting. Visual and aural information yang telah bermukim di dalam benak ini tinggal dibuatkan plot-plot kerangka saja sudah bisa menghasilkan satu kisah yang bisa dibuatkan dokumentasinya.

Idealnya, setiap orang membuat inventaris ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya. Di era cyber dan robotik ini, setiap ketrampilan dan keahlian sangat menentukan masa depan seseorang. Sayangnya, kebanyakan orang sangat mengandalkan apa yang mereka dapatkan dari bangku sekolah sebagai satu-satunya yang “pantas” untuk membukakan pintu masa depan mereka.

Juga, sesungguhnya lebih make sense untuk mengambil jurusan dalam bidang yang sangat diminati dari lubuk hati terdalam, bukan karena “trend” di masyarakat maupun karena kedengarannya lulusan ini dan itu bisa menghasilkan lebih banyak uang. Gelar hukum saya dari Universitas Indonesia, misalnya, kebanyakan bersifat supplemental dalam membantu membangun empire business saya di bidang informasi, pendidikan dan baru-baru ini di bidang fesyen dan kosmetika. Namun, tidak pernah satu hari pun saya sesalkan, karena sangat membantu dalam menangani masalah-masalah legal yang saya hadapi sebagai entrepreneur.

Sebagai seorang penulis, penerbit dan edukator by profession, lantas mengapa saya branch out ke bidang fesyen dan kosmetika (juga penulisan film)? Alasannya mudah saja, karena ternyata ketrampilan dan keahlian saya tidak terbatas di bidang-bidang di atas. Hal-hal yang merupakan “hobi” di masa lampau, kalau dikembangkan secara profesional pun akan menghasilkan karya yang tidak tanggung-tanggung.

Ketika saya bekerja, saya bermain. Ketika saya bermain, saya bekerja. Kedua hal ini <>overlapping satu sama lain, yang kalau digali dengan sungguh-sungguh pasti menghasilkan buah melimpah.

Memang kerja keras sendiri sudah merupakan “sukses” bagi banyak orang, seperti salah satu pembaca artikel saya yang mengirimkan e-mailnya. Memang benar setiap kerja keras adalah benih sukses tidak terhingga. Namun alangkah indahnya jika setiap kali kita bermain, benih sukses juga tertanam?

Intinya hanya satu: be aware of what the world brings to you, so you can bring some of what you have inside to the world outside.

Salam sukses!

Jennie S. Bev adalah penulis, konsultan dan edukator perantauan berbasis di Northern California. Ia telah menerbitkan lebih dari 40 buku dan 900 artikel di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Singapura dan Indonesia
/www.pembelajar.com

20 Januari 2008

Kekuatan Pikiran

KEKUATAN PIKIRAN

Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, "Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?" sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.

Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.

Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.

Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. "Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan."

Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.

Pembaca yang budiman,

Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar!

Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai!

Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.

Salam Sukses Luar Biasa!!!!
Andrie Wongso
www.andriewongso.com

--------------------------------------------------------

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.


Profil-ku

CURRICULUM VITAE

Nama
Fery Sofian Efendi
Tempat & Tanggal Lahir
Malang, 20 September 1978
Alamat domisili
Jl. Raya Beji 135
RT. 04 / RW. 05, Kec. Junrejo, Batu 65326
Telepon
(0341) 594 211 , HP (0812) 521 2438
Jenis Kelamin
Laki-laki
Status Perkawinan
Menikah
Agama
Islam
Pendidikan Terakhir
Sarjana S-1 Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia
STIKI Malang periode 1998 s/d 2003


:: PENDIDIKAN FORMAL ::

Tahun 1998 s/d 2003 : Sarjana Strata 1 Manajemen Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indoensia (STIKI) Malang
Tahun 1996 s/d 1997 : Diploma 1 Pemrograman Komputer, Universitas Brawijaya, Malang
Tahun 1993 s/d 1996 : SMA Negeri Batu-Malang.

:: PENDIDIKAN NONFORMAL ::

Tahun 2006 : Data Analyze Training for Banking Information System, Program Retooling TPSDP Batch IV PT. Infonesia Mega Network Malang.
Tahun 2004 : TOEFL dengan skor 460, Youth Leadership Center (YLC) Malang.
Tahun 1997 s/d 1998 : Fluency I dan II, kursus bahasa Inggris, Business Training Center (BTC) Malang.

:: PENGALAMAN KERJA ::

CV. Sentra Komputindo Malang.
1 Agustus 2006 s/d sekarang, sebagai Staf EDP

Tugas dan Tanggung jawab:
1. Membantu kegiatan teknis dan operasional .
2. Memberikan dukungan penuh pada perancangan, pengembangan sistem dan produk perusahaan.
Link : www.sentrakomputindo.com

CV. Infogate Malang.
1 Agustus 2007 s/d sekarang, sebagai Marketing Freelance

Tugas dan Tanggung jawab:
1. Membantu pemasaran produk-produk sistem aplikasi .
2. Membangun hubungan secara berkesinambungan dengan calon klien dan klien tetap perusahaan.
3. Membantu merencanakan business plan perusahaan dalam bidang marketing dan pengembangan produk.
Link : www.infogate.co.id

Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kanjuruhan Malang.
23 Februari 2006 s/d sekarang, sebagai Dosen LB

Tugas dan Tanggung jawab:
1. Membantu kegiatan belajar mengajar pada Fakultas Teknologi Informasi.
2. Sebagai dosen pengajar mata kuliah Perancangan Web pada Program Studi Sistem Informasi
3. Memberikan dukungan penuh pada sistem kurikulum berbasis komptensi pada Fakultas Teknologi Informasi.
Link : www.ukanjuruhan.ac.id

Koperasi BPR Sejahtera, Mojosari – Mojokerto
1 – 30 September 2006, On the Job Training (Retooling TPSDP Batch IV)

Tugas dan Tanggung jawab:
1. Membuat KR2 untuk Laporan Bulanan Kredit menjadi satu komputer.
2. Menginstallasi sistem jaringan komputer (LAN) ke 5 titik komputer , Integrasi sistem (file & printer sharing) pada tiap unit bagian di BPR Sejahtera.
3. Migrasi data dari komputer lama ke komputer yang lebih baru.
4. Membuat program Sentra Collectibillity VER 1.0.0 BETA untuk klasifikasi otomatis kolektibilitas
5. Membuat formula Excel untuk klasifikasi data kolektibilitas berserta grafik analisa kredit.
6. Memberikan pelatihan dasar pengoperasian sistem Windows kepada seluruh staf pegawai BPR Sejahtera.

Daiken Corporation Representative Jakarta, Perwakilan dari Daiken Corporation Japan.
1 November 2004 s/d 31 Desember 2005 sebagai General Staf (Pegawai kontrak)

Tugas dan Tanggung jawab:
1. Monitoring jadwal produksi, pengkapalan, status kargo
2. Data entry, dan monitoring dokumen-dokumen shipping, purchasing order, L/C.
3. Memberikan dukungan penuh pada seluruh supplier Daiken Corporation Japan (Korespondensi, Reservasi, Negosiasi).
4. Pemeliharaan dan perbaikan sistem komputer, jaringan komputer, e-mail dan internet.
5. Mengembangkan sistem automatisasi shipping monitoring.
Link : www.daiken.jp

SMA Negeri 10 “Melati” Samarinda, Kalimantan Timur
1 Juli 2003 s/d 31 Mei 2004 sebagai staf pengajar (PTT)

Tugas dan Tanggung jawab :
1. Mengajar dan memberi pelatihan. Meliputi:
* Dasar pemrograman (Pascal) dan Implementasinya untuk kelas I
* Microsoft Office dan Desain Web untuk kelas II
* Pengenalan Jaringan Komputer dan Sistem Operasi untuk kelas III
2. Mengembangkan dan memberikan dukungan penuh pada sistem kurikulum berbasis akselerasi dan komptensi terutama pada bidang teknologi informasi.
link : www.sma10melati.com

Dinas Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (DIKLUSPORA) Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur
1 Juli 2003 – 31 Mei 2004 sebagai Instruktur Komputer (Pegawai honorer)

Tugas dan Tanggung jawab :
1. Memberikan pelatihan pada seluruh guru SD, SMP, SMA di Kutai Kartanegara, meliputi:
* ITC, Pengenalan dasar komputer (Sistem Operasi Windows)
* Microsoft Office (Ms. Word, and Ms. Excel)
* Instalasi, pemeliharaan dan perbaikan komputer
2. Mendukung program pemerintah daerah Kutai Kartanegara dalam pembagaian bantuan komputer untuk seluruh sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan kantor pemerintahan dari tingkat kelurahan dan kecamatan
3. Mempersiapkan dan melatih sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi.
Link : www.kutaikartanegarakab.go.id

:: KOMPETENSI ::

Multimedia : Corel Draw, Macromedia Flash, Adobe Photoshop, Adobe Premire, Adobe After Effect, dan Adobe Audition.

Pemrograman : Turbo Pascal, Borland Delphi, Assembler (Micro Processor), Microsoft Visual Basic.

Aplikasi Web : Macromedia Dreamweaver, PHP, MySQL.

Hardware and Software : Sistem Operasi (Windows & Linux), sistem jaringan komputer (LAN/WAN), dan trouble shooting hardware / Software .