Berikut ini adalah contoh kasus phising (Mendy, 2009) pada situs jejaringan sosial (facebook/friendster):
Man in the middle
Phone Phising
Pencegahan Phising
Untuk menghindari Phising, ada beberapa hal yang harus dilakukan user ketika akan mengakses jejaringan sosial seperti facebook/friendster, yaitu:
- Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused).
- Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.
- Jangan sembarangan ‘add friend‘ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends“-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends“-nya cukup banyak.
- Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging“, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.
- Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation‘, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.
Web Phising :
- Ceklah dengan teliti URL atau address yang sedang Anda tuju, pastikan bahwa alamat yang tertera di Address bar adalah benar bahwa alamat tersebut adalah alamat yang Anda tuju.
- Biasakan mengetik URL atau alamat situs yang Anda tuju, hindari link dari Web yang Anda rasa mencurigakan.
- Gantilah password Anda secara berkala, baik 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan atau pada periode tertentu, hal ini bermanfaat agar password Anda sulit dilacak.
Gambar 2.6. Link URL yang dipalsukan.
Pada gambar dijelaskan bawah link yang dikirim telah dipalsukan, dan URL yang dituju hampir mirip dengan aslinya. Sehingga dapat membuat kita tidak sadar bahwa link tersebut ternyata bukan link asli.
Man In The Middle :
Informasi yang Anda terima jangan langsung di "telan mentah-mentah" carilah beberapa sumber lagi untuk meyakinkan bahwa informasi tersebut memang benar.
c. Phone Phising :
- Jangan cepat percaya terhadap informasi yang belum tentu benar apalagi menjanjikan sejumlah uang.
- Jika Anda mendapatkan hadiah sejumlah uang dari perusahaan atau provider, ada baiknya Anda menghubungi nomor telepon resmi ( bukan nomor yang diberikan melalui SMS ) untuk mengetahui kebenarannya. Biasanya perusahaan yang sudah cukup besar biasanya memberikan nomor Call Center yang dihubungi. Anda dapat memanfaatkan Call Center tersebut untuk mengetahui kebenaran dari hadiah tersebut.
- Jika Anda mengetahui sesuatu hal yang aneh, beritahulah orang-orang disekitar Anda agar mereka juga tidak menjadi korban penipuan jika memang benar bahwa hal yang Anda curigai adalah penipuan.
Tips aman penggunaan facebook
Semakin banyak pengguna dan fitur yang ada dalam situs jejaring sosial tersebut maka tidak akan lepas adanya masalah privasi dan sekuritas data-data pribadi. Tulisan ini tidak akan membahas penggunaan Facebook karena sudah pasti pembaca sekalian sudah familiar, namun ada tips buat mengamankan penggunaan Facebook itu sendiri.
- Internet adalah fasilitas publik, Anda harus dapat memisahkan mana data yang dapat dipublikasi di internet dan mana yang tidak. Ingat, dengan "menelanjangi" data pribadi Anda maka secara tidak langsung data pribadi Anda tersebut dapat terancam. Jangan sembarangan memberikan data pribadi seperti nomer telpon, password, tanggal lahir, email, dan alamat. Bila kita mudah memberikan alamat email misalnya, maka ancaman spam akan datang bertubi-tubi.
- Waspada dan tetap berpegang pada etika berinternet, Dalam berinternet kita harus waspada terhadap orang yang tidak kita ketahui secara jelas. Profil yang terpasang dalam Facebook harus terbaca dengan jeli dan jelas. Jangan sampai Anda tertipu dengan profil yang tidak jelas dan menipu. Selain itu bila Anda mendapat relasi baru dengan adanya pengguna yang ingin bergabung di Facebook Anda, maka Anda tetap berpegang dengan etika berinternet. Misalnya Anda dapat memberikan penjelasan baik melalui telpon atau messenger.
- Awas, Virus dapat masuk ke Facebook, Anda harus berhati-hati terhadap link video atau aplikasi yang diberikan relasi Anda di Facebook. Anda jangan mudah percaya dengan mengklik link tersebut bila Anda tidak tahu betul / ragu karena bisa jadi link tersebut berisi virus atau spyware atau malware, dsb.
- Perhatikan anak-anak dalam berinternet, Banyak pula saat ini anak-anak mencoba untuk membuat suatu Facebook atau social networking yang lain. Tidak disadari bahwa anak-anak tersebut mudah menjadi target kejahatan di internet. Anda harus berhati-hati dan menjaga anak-anak dalam beronline ria di internet.
- Anda batasi hak akses bagi relasi Anda dalam Facebook, Hak akses yang ada dapat kita batasi dan bahkan bisa kita tutup untuk kemudian kita buka seperlunya sesuai kebutuhan kita.
- Pastikan konfigurasi setting privacy dan security Facebook Anda, Anda dapat mengubah setting yang menyangkut privacy Anda dan profilnya di menu Settings dan kemudian pilih Privacy Settings.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan
- Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.
- Phising juga didefinisikan sebagai sebuah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface.
- Pada phising facebook pelaku hanya berusaha untuk mengambil username dan password saja karena saat mencoba login user dihantarkan pada halaman Address Not Found.
- Teknik yang ada pada modus phising terdiri dari manipulasi link, man in the middle dan phone phising.
- Untuk menghindari kejahatan dunia maya maka seorang user perlu mengtahui beberapa cara untuk menghindari modus phising, karena kebanyakan kasus kejahatan dunia maya disebabkan oleh kelalaian user.
