25 Maret 2013

Tutorial CSS

1. Pengenalan CSS

CSS merupakan kepanjangan dari  Cascading  Style Sheet yaitu suatu dokumen yang digunakan untuk melakukan pengaturan halaman web.

Apa itu CSS :
CSS singkatan dari Cascading  Style Sheets
Styles didefinisikan bagaimana manampilkan elemen HTML Styles umumnya  disimpan ke dalam  Style Sheet
Styles ditambahkan HTML untuk membantu pekerjaan External Style Sheets dapat membantu banyak  pekerjaan ExternalStyle Sheet disimpan dalam  CSS files
Multiple Style dapat didefinisi banyak  jendela menjadi satu

Menggunakan CSS tidak memerlukan perangkat lunak  tertentu  karena merupakan script yang telah embeded  dengan  HTML.  Cukup   menggunakan  aplikasi   seperti  note  pad,  anda   sudah   mampu menciptakan script CSS sendiri

Style Sheets merupakan feature  yang  sangat  penting  dalam   membuat  Dynamic  HTML.  Meskipun bukan   merupakan  suatu  keharusan  dalam   membuat  web,  akan   tetapi  penggunaan style  sheets merupakan kelebihan tersendiri.

Suatu style sheet merupakan tempat dimana anda  mengontrol dan  memanage style-style yang ada. Style   sheet  mendeskripsikan bagaiman tampilan   document   HTML   di   layar.   Anda   juga  bias menyebutnya sebagai template dari documents HTML yang menggunakanya.

Anda juga bisa  membuat efek-efek sepsial  di web  anda  dengan menggunakan style sheet. Sebagai contoh anda  bisa membuat style sheet yang mendefinisikan style untuk "<H1>" dengan style bold dan italic  dan  berwarna biru. Atau pada   tag <P> yang  akan  di  tampilkan dengan warna   kuning  dan menggunakan font verdana dan masih banyak  lagi yang bias anda  lakukan  dengan style sheet.

Secara   teoritis anda   bisa  menggunakan  style  sheet technology  dengan HTML.  Akan  tetapi pada prakteknya hanya  Cascading  Style Sheet (CSS) technology yang  support pada  hampir  semua  web Browser.  Karena  CSS telah di  setandartkan  oleh   World  Wide  Web  Consortium  (W3C) untuk  di gunakan  di web browser.

Pada  perkembangannya CSS sudah  masuk  level  3 untuk  sekarang, dimana dimulai  CSS level  1 atau yang  sering  di  sebut CSS aja,  kemudian level  2  yang  merupakan penyempurnaan dari  CSS level sebelumnya, yaitu CSS level  1.

CSS merupakan alternatif bahasa pemrograman web  masa  yang  akan  datang,  dimana mempunyai banyak  keuntungan, diantaranya :
- Ukuran file lebih  kecil
- Load file lebih  cepat
- Dapat berkolaborasi dengan JavaScript
- Pasangan setia XHTML
- Menghemat pekerjaan tentunya, dimana hanya  membuat 1 halaman CSS.
- Mudah mengganti-ganti tampilan dengan hanya  merubah file CSS nya saja.
- Dan banyak  lagi yang lainnya.
                                                                                                              
2. Sintaks dari HTML
Penulisan kode CSS dibuat menjadi tiga bagian, yaitu:

selector { property1: value; property2:value, . . .} H1{ color:green; background-color:orange}

Ket:
1. Selector
Bagian pertama sebelum tanda “{}” disebut selector.Selector adalah tag html yang umumnya  kamu ketahui.
2. Declaration
Terdiri  dari  property  dan  nilainya.Property  adalah atribut yang kamu  ingin ubah  dan  tiap property mempunyai nilai/value.

Contoh:
1.     p {margin-left: 20px}
2.     P {font-family:”sans serif”}
3.     p {text-align:center;color:red}      
4.     body{ color:black}

Catatan:
Jangan ada  spasi antara property value  dengan unitnya(1).
Nama property bersifat case  sensitif dan menggunakan huruf  kecil.
Jika nilai /value lebih  dari satu kata, maka  gunakan  tanda petik di antara nilai(2)
Jika   property   lebih   dari   satu,  maka   gunakan   tanda  titik  koma   untuk  membatasi  property lain(3,5).
Jika  selector lebih  dari  dan  mempunyai property  dan  value  yang  sama  maka  gunakan   tanda koma(6).

Ada tiga cara penempatan kode CSS dalam HTML, yaitu :

1. Internal CSS
Yaitu menuliskan langsung  script CSS di file HTML-nya. Contoh :
2. External CSS
Yaitu memanggil file CSS dari tempat/folder/lokasi lain, dengan kata lain file CSS terpisah dengan file HTML. Browser akan membaca definisi  style dari file test.css dan akan mengikuti format tersebut.Eksternal style ditulis di text editor lain dengan ekstention .css Untuk lebih  jelasnya kita lihat contoh dibawah ini:
3. Inline CSS
Yaitu penulisan kode CSS dalam  tag HTML. Lihat contoh dibawah ini:

Class Selector

Dengan  class  selector dapat mendefinisikan perbedaan style  untuk  tag elemen html  yang  sama. Misalnya,  dua   type  paragraph dalam   dokumen.Yang  satu  paragraph align-right  dan   yang  satu paragraph align-center.
Contoh:

p.right {text-align: right}
p.center {text-align: center}
atau
.right {text-align: right}
.center {text-align: center}
Penggunaan atribut class di dalam dokumen html

<p class="right">
This paragraph will be right-aligned.
</p>
<p class="center">
This paragraph will be center-aligned.
</p>
Catatan:
Jangan memberi nama  class dengan angka.
Memberikan kata/kalimat lebih  dari satu class, penulisannya adalah:

<p class="center bold"> This is a paragraph.
</p>
                                                                                                               
Penggunaan Atribut ID dalam tag
Cara memberi nama ID :
Dapat mengandung huruf, angka, atau karakter garis bawah Karakter pertama harus  berupa huruf  atau karakter garis bawah Diawali dengan tanda #
Jangan memberi nama  id sama  dengan value
Jangan memberi nama  id dengan tag html kemudian diikuti tanda #

CSS Text Properties
Digunakan  untuk  mengontrol  tampilan  dari  teks, merubah warna   teks, penurunan atau kenaikan spasi antara teks, perataan teks, dekorasi teks, pengaturan teks dalam  baris  dan sebagianya.
Browser support: IE: Internet Explorer, F: Firefox, N: Netscape. Contoh:

CSS Klasifikasi Properties
Digunakan  untuk mengontrol bagaimana tampilan elemen, set dimana gambar, set dimana gambar dapat tampil di semua  elemen, posisi  elemen relative ke  dalam  normal, posisi  elemen digunakan dalam  nilai absolute , dan bagaimana mengontrol tampilan elemen.

Selengkapnya silahkan download:
1. Google Drive di sini
2. Dropbox di sini